Kamis, 31 Januari 2013

MICHAEL BUBLE - HOME

MICHAEL BUBLE - HOME


Another summer dayHas come and gone awayIn Paris and RomeBut I wanna go home, mmm
May be surrounded byA million people IStill feel all aloneI just wanna go homeOh, I miss you, you know
And I've been keeping all the lettersThat I wrote to youEach one a line or two“I'm fine baby, how are you?”
Well I would send them but I knowThat it's just not enoughMy words were cold and flatAnd you deserve more than that
Another airplaneAnother sunny placeI'm lucky I knowBut I wanna go homeMmm, I got to go home
Let me go homeI'm just too farFrom where you areI wanna come home
And I feel just likeI'm living someone else's lifeIt's like I just stepped outsideWhen everything was going right
And I know just why you could notCome along with meThat this was not your dreamBut you always believed in me
Another winter dayHas come and gone awayIn even Paris and RomeAnd I wanna go homeLet me go home
And I'm surrounded byA million people II still feel aloneOh, let me go homeOh, I miss you, you know
Let me go homeI've had my runBaby, I'm doneI gotta go home
Let me go homeIt'll all be all rightI'll be home tonightI'm coming back home

Senin, 21 Januari 2013

Mimpi Adalah Kunci

Surat untuk Hanna

Mimpi Adalah Kunci

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia, ini kata NIDJI dalam salah satu lirik di lagunya Laskar Pelangi.

Aku sudah mulai bingung untuk menuliskan hal apalagi untukmu. Mungkin karena sebenarnya sudah sangat banyak cerita yang aku ceritakan padamu. Untuk pengalaman sehari-hari pun aku dan kamu tak banyak berbeda. Banyak kegiatan ataupun momen-momen yang kita lewati bersama.

Namun, sebenarnya kegiatan bersama itu akhir-akhir ini sudah jarang kita lewati bersama. Liburan kuliah menjadi selat yang memisahkan dua pulau. Tapi tak mengapa, bolehlah kau sibuk dengan urusanmu sendiri kini, akupun juga begitu. Tak akan selamanya kita akan berjalan berdampingan. Kau punya mimpi, akupun begitu. Kita akan menggapai mimpi kita dengan langkah kita sendiri.

Tak lelah aku mengingatkanmu, ayo kita selesaikan tugas akhir kita sebagai mahasiswa. Kau ingin pula membahagiakan orang tuamu kan? Seperti katamu "Jangan sampai lupa berbakti pada orang tua". Ayo mulai, ayo kerjakan, dan ayo kita selesaikan tugas akhir kita sebagai mahasiswa.

Se-ma-ngat!! :)

Sabtu, 19 Januari 2013

Can You Imagine?

Can You Imagine?

Suratku yang ketiga untuk Hanna Suryadika

Hai kawan, kini aku sering disorientasi tanggal dan hari, mungkin kamu perlu mengingatkanku sesekali :)

I Listen to you, dear.
I can imagine about your dream and my dream, our dream. Kita berfoto bersama, di hari wisuda yang sama dengan pakaian yang sama pula. Indah dan mengharukan dibayangkan, tapi itu pasti bisa menjadi kenyataan.

Aku suka membayangkan bagaimana kehidupan kita nantinya setelah lulus. Kau pernah mengatakan ingin tinggal di Bandung, dan aku sempat berkata Bogor sebagai kota tinggalku kelak. Tapi dimulai dari sini, Kota Surakarta, kita, aku dan kamu mulai membangun identitas diri yang baru.

Ingatkan kamu akan kelakar kita tentang "bapaknya anak-anak" atau "ibunya anak-anak"? Geli rasanya membayangkannya. Kita nanti akan memiliki kehidupan sendiri dengan membangun rumah tangga. Ahh, kau pasti tau bahwa sudah banyak anganku tentang keluargaku kelak. Akupun tahu, kau juga begitu.

Menginginkan yang terbaik untuk anak kita menjadi tujuan kita bersama. Pendidikan yang terbaik, kursus yang terbaik, dan yang pasti kehidupan yang terbaik baik mereka. "Aku nanti ingin anakku les ini, les itu". Haha, sudah ada dalam benak kita saat ini, walau itu mungkin masih 5, atau 7 tahun lagi.

Kau pernah mengatakan bahwa kita (kamu, aku, ichi, momo, ayu) akan jadi wanita karir dan ibu rumah tangga yang baik. Aku juga berharap demikian. Sebagai wanita kita tak hanya ingin merawat rumah dan keluarga juga, kita punya mimpi-mimpi lain lewat jenjang karir kita. Aku juga masih mengingat jelas quotemu yang maha dahsyat "Jangan sampai kita jadi istri yang berbakti pada suami, tapi lupa berbakti pada orang tua." Akan selalu kuingat Hanna.

Selamat Berjuang buat kamu, dan kita (ayu, ichi, momo, aku, dan kamu), perjuangan kita tak akan pernah berakhir kawan :)

Kamis, 17 Januari 2013

The Process

The Process

Surat cinta ketiga teruntuk sahabat terbaikku Hanna Suryadika

Hai Hanna,, i'm here now :)
Kita udah satu kota lagi, bakal banyak banget moment-moment yang kita lewatin berdua.

Iya Han,, gilla dari awal-awalnya kita masih males-malesan gitu ikut. Apa sih bosen rapat mulu, ngotot-ngototan masalah tema, panjang-panjangan argumen. Tapi, setelah masuk lebih dalam lagi. Gila, ternyata proses itu yang bikin kita bisa kuat dan menjadi idealis. Cinta gue ama VISI.

Iyalah kita jadi punya sudut pandang yang sama, sebenernya guru kita sama tau han, Pak Imam Subchan, VISI, dan akademi berbagi. Kaya kalo punya guru matematika yang sama, kita punya formula yang sama juga untuk menyelesaikan soal. Is that true?

Jadi gini Han, maksud aku bukan nutupin kekurangan, tapi ga ngumbar kejelekan temen sendiri gitu. Kan ga etis banget gitu kalo di depan kita baik-baik ama temen tapi di belakang ngomongin yang jelek-jelek. Bener kata kamu Han, emang kudu diomongin langsung kalo temen kita punya nilai minus, biar bisa berubah jadi plus.

Eh Han, iya sedih banget nih kuliah udah mau kelar aja. Moment 3,5 tahun ini ga kerasa cepet banget selesenya, tapi tetep paling anget itu di akhir-akhir. Apa jadinya nih kita kedepannya. Tahun depan, 3 tahun lagi, 5 tahun lagi. Bakal tinggal di kota mana kamu Han?

Han, ayoo kita kelarin skripsi kita bareng-bareng. Kan seru tuh, mulai bareng, proses bareng, n endingnya bareng juga. Semangat terus yuk buat menggapai the ending of kuliah. Terus mulai hidup baru sebagai mantan mahasiswa.

Yaudah ah, itu dulu, bingung mau nulis apaan lagi. Jangan lupa di bales yaahh :)

Selasa, 15 Januari 2013

Semarang kota Air

Semarang Kota Air

Semarang, kota yang identik dengan kalinya yang banjir. Yaa, memang, banyak buktinya. Hari ini, Selasa (15/01) genangan air terjadi di berbagai sudut kota Semarang. Mulai dari perumahan warga, jalan protokol, hingga berbagai tempat publik lainnya. Bisa dikatakan Semarang Kota Air. Permasalahan utamanya adalah kota Semarang yang ada di dataran rendah dan juga sistem drainase yang tak terkontrol dengan baik.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan ibuku saat memilih rumah tinggal. Trauma mungkin pernah tinggal di daerah Semarang bawah yang akan banjir saat diguyur hujan lebat. Ibu memilih untuk membeli rumah di daerah atas, ya meskipun jauh dari kota dan sekolah anak-anaknya. Tapi ibu merasa aman dan nyaman untuk tinggal di daerah yang bebas banjir.

Kini pun, berbondong-bondong developer perumahan membuka lahan di kawasan perbukitan. Dengan menjanjikan hunian yang nyaman, asri, dan bebas banjir mereka merubah bukit-bukit resapan air menjadi balok-balok perumahan. Tak bisa dipungkiri, kebutuhan akan tempat tinggal memang semakin menyeruak. Lahan-lahan kosong memang masih banyak tersisa di daerah perbukitan, mungkin itulah alasan developer perumahan untuk eksodus dari daerah kota ke pinggiran kota.

Namun, sangat disayangkan pembangunan yang kadang tak peduli masalah AMDAL cukup berdampak pada lingkungan. Air hujan yang harusnya meresap dulu ke tanah-tanah perbukitan kini turun langsung ke daerah bawah. Selain itu, jika tak benar-benar matang dalam konsep pembangunan perumahan, longsor bisa menjadi salah satu ancaman bagi penghuninya.

Senin, 14 Januari 2013

Awalnya,, dan Kini


Awalnya,, dan Kini

Dear Hanna Suryadika Mutiha Rotua Siahaan. Benar begitukan nama kamu? Meskipun terdiri dari 5 kata dan boleh dikata cukup panjang, aku berusaha untuk menghapal namamu.

Maaf kalau kata-kataku terbilang klise, karena ternyata Semarang punya magnet sendiri untukku. Aku sedang tak bisa lepas dari magnet ini, rindu mendekapku.

Benar kata kamu Hanna, dulu aku orang yang sangat pemalu dan cenderung introvert. Aku masih nyaman dalam duniaku sendiri. Aku berubah karena banyak hal Han. Belajar tentang kehidupan bersama-sama denganmu juga telah merubahku. Mulai dari organisasi VISI, berbagai tugas kuliah yang mengharuskanku untuk luwes, hingga akademi berbagi yang mengenalkanku pada dunia yang lebih luas lagi.

Aku senang bisa kenal dan dekat dengan kamu, salah satu teman terbaikku. Aku juga senang, bahkan sangat senang berada diantara teman-teman yang berhati baik. Yang ingin teman yang lainnya mendapatkan yang terbaik juga. Esensi dari teman menurutku adalah selalu menginginkan yang terbaik untuk temannya dan akan menyembunyikan keburukan dari temannya. Sepakatkah kamu dengan opiniku ini kawan? :)

Hanna, kamu itu sosok yang ceplas ceplos dan to the point sangat. Saat kamu tak suka, kamu akan langsung mengungkapkannya. Awalnya aku kaget bertemu dengan karakter orang yang seperti ini, mungkin karena kita berasal dari lingkungan yang berbeda sebelumnya. Atau memang seperti itulah dirimu? Aku kepikiran bahkan membawa kata-katamu sampai di ranjang saat aku akan tidur. Lebai sih, tapi aku emang karakter orang pemikir, kenalkan bagaimana cancerian saat berpikir? Tapi lama kelamaan, tak mengapalah, lebih baik berbicara di depan, daripada berkata keburukan seseorang di belakangnya.

Ya sudah, ini dulu kisah yang ingin aku bagi denganmu hari ini Hanna. Have a nice holiday,, :)


Sabtu, 12 Januari 2013

Bukti Kepedulian Perusahaan Terhadap Lingkungan Sekitar




Hari ini, setelah sekian lama tak pernah menyambanginya, hari ini saya mengunjungi rumah teman saya di Perumahan Bumi Tlogosari, Semarang. Ada yang berbeda dari salah satu kantong hunian terbesar di Kota Semarang ini, yaitu pintu gerbangnya. Yaa, perumahan ini memiliki pintu gerbang perumahan baru yang dibangun oleh salah satu toko roti yang sedang besar di Kota Semarang.

Menurut hemat saya, pembangunan yang dilakukan oleh toko roti ini mungkin adalah salah satu bentuk apresiasinya terhadap warga Perumahan Bumi Tlogosari. Toko roti ini hidup, tumbuh, berkembang di dalam perumahan ini. Bisa dikatakan juga konsumen terbanyaknya adalah warga perumahan ini pula.

Itu adalah rupa baru salah satu gerbang perumahan terbesar di kota Semarang. Ada nama perumahan serta nama toko roti pensponsor pembangunan gerbang baru. Lebih indah dan rapi dari sebelumnya yang terlihat suram dan gelap. Mungkin langkah ini bisa juga diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain sebagai bukti respon sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya.